Daerah
Beranda / Daerah / Perkuat Sinergi dan Konsolidasi, KKMSB Gelar Rakornas Pertama di Ciloto

Perkuat Sinergi dan Konsolidasi, KKMSB Gelar Rakornas Pertama di Ciloto

LiputanIDN.id | Majene- Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (BPP KKMSB) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pertama untuk masa bakti 2025-2030. Kegiatan yang berlangsung di Wisma Haji Ciloto, Puncak, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu-Minggu, 9-10 Januari 2026.

Ketua Umum BPP KKMSB, Muhammad Zain, menyampaikan, Rakornas ini menjadi momentum krusial bagi organisasi diaspora Sulawesi Barat dalam membangun organisasi daerah di masa yang akan datang. Pertemuan yang dihadiri 87 peserta dari jajaran pengurus BPP KKMSB, perwakilan Badan Pengurus Wilayah (BPW) dari berbagai provinsi ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk memastikan roda organisasi berjalan solid dan responsif terhadap persoalan warga perantau Mandar di seluruh Indonesia.

“Rakornas ini adalah fondasi bagi kita semua. Saya berharap seluruh departemen di BPP KKMSB segera bergerak cepat merealisasikan program kerja yang telah disusun. Kita ingin masa bakti 2025-2030 ini menjadi era keemasan bagi konsolidasi dan kolaborasi warga Sulawesi Barat di perantauan,” ujar Muhammad Zain saat menyampaikan sambutannya.

Dalam rapat tersebut, KKMSB menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya adalah komitmen membangun sinergi yang harmonis dengan Pemerintah Daerah, baik di tingkat Provinsi Sulawesi Barat maupun Pemerintah Kabupaten. Zain menekankan, KKMSB siap berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif bagi Sulawesi Barat.

HIPERMAKES Majene Layangkan Surat Hearing ke DPRD Majene; Komitmen Mengawal MBG, Program Prioritas Presiden RI

“Kami di KKMSB bukan sekadar paguyuban untuk berkumpul, tapi kita ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan setiap potensi diaspora Mandar,” tambahnya.

Selain fokus pada pembangunan daerah asal, Rakornas ini juga berkomitmen membentuk BPW dan Badan Pengurus Cabang (BPC) baru di Indonesia. Bahkan menjajaki konsolidasi untuk membuka Cabang Khusus di luar negeri. Zain melihat cabang luar negeri memiliki poin strategis untuk bersama-sama membangun Sulbar dari tanah rantau.

“Kita harus bergandengan tangan dan berkontribusi nyata bagi pembangunan kampung halaman meski raga kita berada di perantauan,” imbuh mantan Pj. Bupati Mamasa tersebut.

Tak hanya itu, sektor pemberdayaan ekonomi juga menjadi perhatian. KKMSB bahkan menggulirkan wacana mendirikan Koperasi KKMSB. Menurut Zain, kemandirian ekonomi adalah kunci keberlanjutan organisasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga Mandar.

Sementara itu, rangkaian Rakornas di Puncak ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Meski membahas agenda-agenda strategis, semangat kebersamaan khas masyarakat Mandar tetap terasa kental, mempertegas identitas KKMSB sebagai rumah besar yang kokoh bagi para perantau Sulawesi Barat di mana pun berada.

Balai Ternak BAZNAS RI Resmi Diluncurkan di Majene, Fokus Tingkatkan Ekonomi Mustahik Berbasis Peternakan

Sebagai penutup, Zain menitipkan pesan mendalam kepada seluruh warga diaspora Mandar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Ia berharap para perantau tidak melupakan akar budayanya dan terus berkontribusi bagi daerah asal sesuai tema besar Rakornas tersebut “Membangun untuk Sulbar”.

“Di mana pun kaki berpijak, jati diri kita tetaplah Mandar. Saya berharap setiap perantau kita mampu memberikan arti positif dan membawa harum nama Sulawesi Barat. Mari kita buktikan bahwa diaspora Mandar adalah aset berharga yang selalu peduli pada kemajuan litaq pembolongang,” pungkasnya.

Yang menarik, Rakornas ini juga diramaikan oleh kehadiran pengurus organisasi yang terbentuk yang menjadi salah satu pilar KKMSB, yakni Kerukunan Wanita Mandar Sulawesi Barat (KWMSB). KKMSB dan KWMSB diharapkan menjadi tandem yang kuat dalam memajukan Sulawesi Barat.(*IDN/A)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *