liputanidn.id | Mamasa — Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Mamasa dan menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Sebuah rumah milik Raham (Benyamin Ba’dun), warga Desa Ulusalu, Kecamatan Pana, dilaporkan ludes terbakar dalam insiden yang terjadi pada hari ini. Kejadian tersebut menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban serta warga sekitar.
Berdasarkan informasi awal di lokasi kejadian, api diduga berasal dari area dapur. Sumber api yang kemungkinan muncul akibat aktivitas memasak dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah. Material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu mempercepat proses pembakaran sehingga kobaran api sulit dikendalikan. Dalam hitungan menit, api membesar dan menghanguskan seluruh struktur bangunan.
Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan sederhana. Namun, cepatnya laju api serta keterbatasan sumber air membuat upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan rumah maupun barang-barang di dalamnya. Seluruh isi rumah dilaporkan musnah, meninggalkan kerusakan total.
Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, meliputi:
- Satu unit sepeda motor Honda
- 60 karung gabah/padi
- Uang tunai sebesar Rp5.000.000
- Emas seberat 5 gram
- Dokumen penting berupa ijazah
- Sejumlah barang berharga lainnya
Keluarga korban saat ini membutuhkan bantuan darurat mengingat rumah dan seluruh harta benda mereka hangus terbakar. Pemerintah desa bersama warga telah meninjau lokasi kejadian untuk membantu pembersihan puing dan memberikan dukungan awal. Pemerintah kecamatan, dinas sosial, serta instansi terkait lainnya diharapkan segera menyalurkan bantuan tanggap darurat, termasuk kebutuhan pokok dan hunian sementara.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada area dapur dan instalasi rumah tangga yang berisiko menimbulkan percikan api.
Insiden tersebut tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga Raham, tetapi juga menumbuhkan rasa keprihatinan di tengah masyarakat Desa Ulusalu. Solidaritas dan gotong royong warga diharapkan dapat meringankan beban keluarga terdampak dalam menghadapi musibah ini.

Komentar