LiputanIDN.id | Majene – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Mandar Raya menggelar aksi demostrasi terkait dugaan korupsi tunjangan profesi guru (TPG) T.A 2024 dan dugaan penggelapan dana zakat, di depan Kejari Majene serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene pada Senin, 19 Januari 2026.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut yang dinilai terjadi di lingkungan Disdikpora Majene yang dapat merugikan guru, ummat dan nama baik daerah.
Dugaan korporasi TPG dan penggelapan dana zakat diketahui sampai hari ini belum selesai. Menurut pengakuan Kepala Disdikpora Majene, Andi Asraf Tammalele, S.Sos, bahwa benar adanya dugaan penggelapan dana zakat, hasil potongan dari gaji aparat sipil negara (ASN) yang sudah bersertifikasi sebanyak 2,5% atau di kisarkan 60 juta.
Pihak Disdikpora juga berjanji menyelesaikan dugaan tindak pidana korupsi dana TPG T.A 2024 yang sampai hari ini belum dikembalikan kepada guru yang belum mendapatkan gaji sepenuhnya dalam tempo waktu tiga hari kedepan.
Andi Asraf, yang dikenal sebagai adik dari Bupati Majene, Dr. Andi A. Syukri Tammalele, M.M, melalui dialog dengan massa aksi, menyatakan bahwa bendahara gaji Disdikpora Majene telah kabur dan tidak diketahui di mana keberadaannya. Ia juga mengaku telah memecat bendahara gaji Disdikpora Majene.
Anwar, selaku jendral lapangan aksi saat ditemui awak media membeberkan, “Kami tidak melihat langkah preventif dan solutif kepala Disdikpora Majene untuk menyelesaikan persoalan ini sesegera mungkin, sampai dengan kami turun aksi hari ini. Selain itu, informasi yang beredar bahwa yang ada hanya sekedar wacana proses, padahal kebutuhan utamanya adalah langkah konkret” ujarnya
Kami juga mendesak Kepala Disdikpora untuk segera mengeluarkan SK pemberhentian oknum ASN tersebut sebagai bendahara dinas dan semua yang diduga ikut terlibat di dalamnya.
“Kami butuh langkah konkret untuk segera mengeluarkan SK pemberhentian bendahara gaji dinas tersebut dan kelompoknya, jika terlibat” sambungnya.
Selain itu, aksi yang digelar di Kejari Majene menuntut segera dilakukan langkah-langkah hukum. Dalam aksinya tersebut, massa aksi KAMMI Daerah Mandar Raya disambut, Muhammad Aslam Fardhyllah, S.H, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Majene.
Dalam pernyataannya kepada massa aksi, pihak Kejari Majene sudah mengetahui persoalan ini dan sudah sampai pada proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti.
Anwar kembali menambahkan, “Kami butuh langkah yang konkrit dan transparan untuk membongkar kasus ini, karna kuat dugaan ada tidakan melawan hukum yang terstruktur dan massif di tubuh Disdikpora Majene.”
“Oleh sebab itu kami mendesak Kejari Majene untuk membuka proses penyelidikan tersebut kepada publik dalam hal ini, surat perintah penyelidikan wajib untuk kami ketahui sebagai pegangan kami untuk terus mengawal proses ini” timpalnya.
Lanjutnya, “Jika beberapa hari kedepan tidak ada perkembangan positif maka kami akan melakukan aksi jilid 2 serta akan membuat laporan secara resmi, baik itu di Polres Majene maupun Kejari Majene untuk ditindak lanjuti.”
Adapun tuntutan KAMMI Daerah Mandar Raya:
- Mendesak Kejari Majene untuk membuka penyelidikan dan penyelidikan secara resmi terkait dugaan penggelapan dana zakat dan dugaan korupsi TPG T.A 2024 sampai dengan tuntas.
- Pulihkan dan kembalikan dana zakat ke BAZNAS Majene.
- Periksa rekening bendahara gaji Disdikpora Majene dan buka rekening koran serta laporan pertanggung jawaban keuangan kepada publik.
- Salurkan hak TPG yang kurang bayar tanpa syarat dan penundaan.
- Copot Kepala dan Bendahara Disdikpora Majene.
- Terakhir, KAMMI Daerah Mandar Raya mengaku akan mengawal kasus ini sampai tuntas guna menciptakan keadilan bagi pihak yang dirugikan dan mendorong akuntabitas lembaga negara demi terwujudnya keadilan hak para ASN dan guru di Majene. (IDN/A)

Komentar