LiputanIDN.id | Majene – Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia secara resmi melaunching Balai Ternak di Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut digelar di lingkungan Limboro Timur, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Kamis, 22 Januari 2026.
Balai ternak BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan yang memadukan konsep pembibitan ternak dan penggemukan ternak, dengan konsep pembiakan dan penggemukan ternak yang dijalankan dengan tujuan untuk peningkatan populasi dan peningkatan pendapatan peternak secara ekonomi dalam kemandirian penerima manfaat.
Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si (Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI), Ibu Wakil Bupati Majene, Anggota DPRD Kabupaten Majene, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Ketua BAZNAS Kabupaten Majene, Ketua Pengadilan Negeri Majene, Ketua Pengadilan Agama Majene, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan, Camat Banggae dan Camat Banggae Timur, Lurah Tande, Bhabinkabtibmas dan Babinsa, Ketua serta Anggota Kelompok Balai Ternak Bunga Pala, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kelurahan Tande.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Majene, Drs. H. A. Majid Jalaluddin, M.H, menyampaikan para penerima manfaat ini tidak hanya menerima bantuan modal berupa ternak, tetapi juga pendampingan intensif untuk meningkatkan kemampuan beternak, manajemen usaha, serta pengelolaan hasil produksi.
“Untuk itu, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan Balai Ternak Kelompok Bunga Pala ini, utamanya kepada BAZNAS Provinsi Sulbar serta BAZNAS RI. Mudah-mudahan Balai Ternak ini menjadi sarana yang nyata bagi para mustahik untuk berkembang, memperoleh penghasilan, sehingga kelak menjadi muzakki” ucapnya.
Launching Balai Ternak BAZNAS RI ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan peternakan yang profesional, berkelanjutan, dan berbasis kelompok. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulbar, Ahmad, S.E, menyampaikan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat mustahik melalui sektor peternakan yang terukur, terencana, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi penerima manfaat secara jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pemberdayaan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program-program BAZNAS di daerah.
Selain itu, ia juga berharap ke depannya BAZNAS Kabupaten Majene dapat memiliki lahan sendiri untuk pembangunan Rumah Sehat BAZNAS. Ia menjelaskan bahwa salah satu persyaratan utama pembangunan fasilitas tersebut adalah tersedianya lahan hibah dari pemerintah daerah yang berlokasi jauh dari puskesmas, guna memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut, Wakil Bupati Majene, Dr. Andi Rita Basharu, M.Pd, turut menyampaikan apresiasinya atas hadirnya program ini di wilayahnya. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Majene akan terus mendukung upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan, terutama yang melibatkan kelompok mustahik agar dapat meningkatkan taraf hidup dan membuka peluang usaha baru di daerah.
Dalam sambutannya juga pada kegiatan terkait pengembangan balai ternak menyampaikan bahwa Kabupaten Majene berpotensi menjadi daerah percontohan dalam pengembangan sektor peternakan, khususnya ternak Kambing Etawa.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Majene merupakan salah satu daerah unggulan dalam pengembangan ternak Kambing Etawa dengan kualitas bibit yang sudah berstandar ekspor. Ia berharap bantuan ternak yang telah disalurkan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini terdapat sekitar 130 ekor kambing yang telah beranak dan sekitar 40 ekor dalam kondisi hamil. Karena kambing di daerah ini umumnya melahirkan anak kembar, kami berharap pemeliharaan kambing hamil benar-benar diperhatikan agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pengalamannya saat berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana pemanfaatan susu kambing dilakukan secara maksimal. Berdasarkan hasil riset, Susu Kambing Etawa asal Sulawesi Barat dinilai sebagai salah satu yang terbaik.
“Insya Allah ini akan membawa berkah. Jadi bukan hanya daging yang dihasilkan, tetapi juga susu yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” sambungnya.
Dengan hadirnya balai ternak, ia optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut meningkat dan berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran dan stunting.
Ia berharap para penerima manfaat dapat mengelola bantuan yang diberikan secara baik dan bertanggung jawab demi peningkatan kesejahteraan bersama.
Sementara itu, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si, menjelaskan bahwa Balai Ternak Majene merupakan Balai Ternak domba/ kambing ke-58 dari total 63 titik Program Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majene, Pemerintah Kabupaten Majene, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta pemerintah desa setempat.
Menurut Imdadun Rahmat, Balai Ternak dibangun sebagai sarana pemberdayaan mustahik yang dirancang secara sistematis untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Para penerima manfaat tidak hanya diberikan bantuan modal berupa ternak, tetapi juga melalui proses seleksi dan uji kompetensi agar siap didampingi secara berkelanjutan bersama dinas teknis terkait, khususnya Dinas Peternakan.
Ia menegaskan bahwa pendampingan intensif menjadi kunci keberhasilan program Balai Ternak. Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kemampuan beternak, manajemen usaha, hingga pengelolaan dan pemasaran hasil produksi, dengan tujuan menjadikan peternak mustahik lebih mandiri secara ekonomi dan mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa mendatang.
Imdadun Rahmat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya BAZNAS Provinsi Sulbar dan BAZNAS Kabupaten Majene. Ia optimistis dengan kekompakan serta semangat kerja sama dan kemitraan yang terbangun, program Balai Ternak tidak hanya berkembang di satu lokasi, tetapi dapat meluas di berbagai wilayah Kabupaten Majene. Ia berharap pada tahun 2026 jumlah titik Balai Ternak BAZNAS dapat terus meningkat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen BAZNAS secara nasional untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan kelembagaan agar semakin akuntabel, profesional, dan terpercaya. Dengan potensi zakat nasional yang sangat besar, BAZNAS terus mengembangkan inovasi program dan pemanfaatan teknologi digital dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, guna menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. (IDN/ A)

Komentar