LiputanIDN | Majene – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Ns. Abdul Wahab, S.Kep, memberikan apresiasi kepada Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, M.M, atas penunjukan Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene yang baru.
Pasalnya penunjukan Plt Direktur RSUD Majene yang berlatar belakang tenaga kesehatan ini merupakan langkah yang berani dan progresif, mengingat budaya berbasis regulasi selama ini mewajibkan direktur rumah sakit dijabat oleh tenaga medis.
Namun, perlu diketahui bahwa kebijakan Bupati ini sejalan dengan regulasi tentang kesehatan yang baru, yakni UU Omnibuslaw Kesehatan Nomor 17 tahun 2023, yang memberikan ruang kepada tenaga kesehatan maupun tenaga profesional untuk menjadi direktur rumah sakit, selain tenaga medis.
“Ini adalah langkah yang cukup berani nan progresif. Oleh sebab itu kita patut mengapresiasi Bupati Majene atas penunjukan Plt Direktur RSUD Majene yang berlatar belakang tenaga kesehatan. Ini menunjukkan bahwa Bupati Majene cukup paham perkembangan kebijakan di bidang kesehatan,” ujar Abdul Wahab, Ketua DPD PPNI Majene, Senin (1/12/2025).
“Kebijakan ini juga merupakan implementasi dari UU Omnibuslaw Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, yang merupakan transformasi kebijakan dalam bidang kesehatan, dari UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang sudah tidak berlaku, dimana mengatur bahwa direktur rumah sakit wajib dijabat oleh tenaga medis”, timpalnya.
Pihaknya juga berharap langkah Bupati Majene yang dinilai beberapa pihak tidak populis merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene. Selain daripada itu, ia berharap agar RSUD Majene segera mendapatkan kejelasan terkait pimpinan yang tidak lagi sebatas berstatus plt.
“Kami berharap Plt Direktur RSUD Majene yang baru dapat membawa perubahan positif di RSUD Majene dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene. Kami juga berharap agar Bapak Bupati Majene dapat mendefenitifkan Direktur RSUD Majene sehingga dapat memberikan kepastian dan stabilitas bagi RSUD Majene” imbuhnya.
Pihaknya mengaku bahwa tenaga medis memang tidak diragukan kapasitasnya dalam memimpin Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Terbukti cukup banyak capaian prestasi yang ditorehkan untuk pelayanan kesehatan, khususnya di RSUD Majene, sebagaimana tercatat dari deretan direktur sebelumnya yang dipimpin oleh tenaga medis.
Namun, ia meyakini bahwa tenaga kesehatan juga memiliki sumber daya manusia yang tidak kalah dalam memimpin sebuah Fasyankes, dan itu dapat dilihat dari beberapa puskesmas yang dipimpin oleh tenaga kesehatan, yang diketahui juga mampu menorehkan tinta emas dalam kepemimpinannya.
Terakhir, ia mengingatkan bahwa siapapun direktur dan dengan latar belakang apapun profesinya, semua punya potensi membawa pelayanan kesehatan di RSUD Majene lebih baik lagi. Dengan catatan ia memiliki visi dan komitmen yang jelas berbasis pelayanan kesehatan masyarakat yang visioner, inklusif dan berintegritas.
“Tapi sekali lagi yang namanya menjadi pimpinan memang tidak mudah dan pasti kaya tantangan, maka sudah sewajarnya dan selayaknya jika dalam sebuah kepemimpinan tidak ada yang sempurna 1000%”, pungkasnya. (IDN/ A)

Komentar